Jumat, 21 Mei 2010

Anggito Abimanyu mengundurkan diri

Roni-publikasi

(Kumpulan Berita - Okezone.com) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu mengaku secara sopan mengajukan penggunduran dirinya kepada Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
"Ini keputusan yang saya ambil dan saya dengan sopan-sopan saya minta izin kepada beliau," ujar Anggito, saat ditemui wartawan, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/5/2010).
Anggito menjelaskan, pengunduran dirinya yang resmi diterima Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini dan mulai aktif per 24 Mei mendatang memiliki alasan yang strategis.
Anggito sebelumnya digadang menjadi wakil menteri keuangan (wamenkeu) dalam enam bulan terakhir ini. Namun langkahnya justru terganjal hingga dua kali di mana akhirnya Presiden SBY menunjuk Anny Ratnawati untuk menjadi wamenkeu mendampingi Menteri Keuangan (Menkeu) baru Agus Martowardojo.
Hal ini adalah salah satu alasan kuat yang membuatnya mengambil keputusan untuk mundur sebagai proses untuk menjaga harga dirinya tanpa menghakimi pihak mana pun. Namun, alasan lainnya yang disebutkannya adalah dia ingin kembali mengajar di almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
"Enam bulan ini kan saya seharusnya dinobatkan jadi wakil menteri keuangan, tetapi kan belum ada kepastian. Sekarang ini karena sudah ada wakil menteri keuangan yang definitif saya punya pilihan kembali ke UGM. Sudah 10 tahun kan (di Kemenkeu). Saatnya saya kembali. Ini suara hati saja, bahwa apa pun harus punya sikap tentunya, harga diri terhadap sesuatu. Saya tidak menghakimi siapa-siapa. Akhirnya ini proses yang harus diperbaiki," tuturnya.
Menurutnya, keputusannya untuk mengundurkan diri itu sebenarnya sudah dibuat sejak pemerintah menyelesaikan penyusunan APBN-P 2010 lalu. Namun, karena Sri Mulyani sudah menyatakan mundur dari jabatannya pada 5 Mei lalu setelah memperoleh jabatan baru sebagai managing director Bank Dunia, Anggito pun bimbang
Mundurnya Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu memang didasari atas kekecewaan dirinya. Ternyata, dirinya telah menunggu lama untuk menjadi wakil menteri keuangan (wamenkeu), namun yang dipilih adalah Dirjen Anggaran Kemenkeu Anny Ratnawati.
"Dan terus saya menunggu bukan, lalu yang ditunjuk Bu Anny. Tidak ada sama sekali mempertanyakan penunjukan beliau dan Pak Agus adalah adjustment dari Presiden. Tapi saya mengatakan, kalau begitu saya mundur karena sudah ada wamenkeu dan sudah ada kepastian terhadap apa-apa yang saya tunggu selama ini," kata Anggito, saat ditemui wartawan, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/5/2010).
Namun Anggito mengaku terus terang sempat tidak merasa nyaman dengan isu-isu yang menerpa dirinya. Sebelumnya Anggito mengatakan dia mengundurkan diri setelah ada kepastian tidak terpilih sebagai wakil menteri keuangan.
"Kan, saya sudah bilang, sejak enam bulan ini seharusnya saya sudah ditempatkan sebagai wakil menteri, tapi kan belum ada kepastian sampai sekarang. Begitu ada wakil menteri yang definitif, ya... sudah. Saya punya pilihan kan sekarang. Saya kembali ke UGM yang sebetulnya sudah menjadi keinginan saya sejak awal," paparnya.
Gagalnya Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu menjadi orang nomor dua di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) nampaknya berbuntut panjang.
Anggito memaparkan bila saat dirinya dilobi akan menjadi Wakil Kementerian Keuangan (Wamenkeu), dia disodorkan pakta integritas sejak Januari lalu.
"Bahwa sejak Januari, saya sudah menandatangani pakta integritas dan sudah diundang pelantikan dan tidak bisa dilantik dengan alasan kepangkatan," ujar Anggito, saat ditemui wartawan, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/5/2010).
Dijelaskannya, kepangkatan sudah selesai tapi tidak ada kunjung tindak lanjutnya. "Saya menunggu setelah enam bulan. Ya sudah kalau sudah tidak bisa, saya kembali ke UGM saja, ada karpet merah di sana, ya kan?" katanya.
Pria kelahiran Bogor 47 tahun silam ini mengaku akan kembali ke kampusnya Universias Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan rasa bangga. "Sudah 10 tahun saya tidak lagi mengajar. Saya ingin kembali ke kampus mengajar," tutur Anggito.
Keputusan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu untuk mundur nampaknya tidak menciutkan dirinya kembali ke jajaran pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Padahal, sekarang ini sejumlah pihak mengharapkan dirinya tetap bertahan di kursi yang dipimpinnya saat ini. "I'll be back," ujarnya singkat sambil tersenyum, saat ditemui wartawan, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/5/2010).
Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan agar Anggito Abimanyu yang menjabat Kepala BKF Kementerian Keuangan tetap berada di pemerintahan.
"Saya sudah bicara dengan Anggito saat sertijab Menkeu, bahwa kita masih membutuhkan beliau," katanya, saat berbincang dengan wartawan, di kantornya hari ini.
Hatta menilai Anggito merupakan orang yang baik, pekerja keras, dan tangguh. "Saya harapkan sama-sama di pemerintahan," jelas Hatta yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN.
Mengenai mundurnya Anggito karena tidak menjadi Wakil Menteri Keuangan, Hatta enggan mengomentarinya karena itu merupakan urusan pribadi. "Saya tak mau komentar urusan pribadi seseorang," ujar mantan Mensesneg itu.
Anggito Abimanyu mengirim surat pengunduran diri dari jabatan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan nama Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
Mundurnya Anggito dari jabatan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu diperkirakan karena kekecewaannya atas penunjukan Dirjen Anggaran Kemenkeu Anny Ratnawati sebagai Wakil Menkeu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, padahal sebelumnya Anggito telah menandatangani kontrak kerja sebagai Wakil Menkeu, namun belum bisa dilantik karena kepangkatan yang belum sesuai peraturan.